Kamis, 17 Oktober 2013

Balanced Scorecard - Defenisi dan perspektif







Defenisi Balanced Scorecard


Borland Scorecard atau disingkat BSC merupakan strategi pendekatan  terhadap strategi manajemen yang dikembangkan oleh Robert S. Kaplan (Harvard Business School) pada awal tahun 1990. BSC berasal dari dua kata yaitu balanced (keseimbang ) dan scorecard (kartu skor). Balanced (keseimbangan) berarti adanya keseimbangan antara performance keuangan dan non-keuangan , performance jangka pendek dan performance jangka panjang, antara performance yang bersifat internal sampai yang bersifat eksternal. Sedangkan scorecard (kartu skor) merupakan kartu skor yang digunakan untuk mencatat performance tersebut.

Jadi  dapat disimpulkan bahwa  Borland Scorecard adalah suatu mekanisme sistem manajemen yang mampu menerjemahkan visi dan strategi organisasi ke dalam tindakan nyata di lapangan. BSC adalah salah satu alat manajemen yang telah terbukti telah membantu banyak perusahaan dalam mengimplementasikan strategi bisnisnya.

Keunggulan Balanced Scorecard 


BSC memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki oleh alat manajemen lainnya. Seperti yang dimiliki oleh strategi manajemen tradisional, hanya mengukur kinerja organisasi dari segi keuangan saja dan lebih menitikberatkan pengukuran pada hal-hal yang bersifat tangible, namun perkembangan bisnis menuntut untuk mengubah pandangan bahwa hal-hal yang bersifat intangible juga berperan penting dalam kemajuan suatu organisasi. BSC menjawab kebutuhan tersebut melalui sistem manajemen strategi kontemporer, yang terdiri dari empat perspektif, yaitu keuangan , pelanggan, proses internal bisnis serta pembelajaran dan pertumbuhan.


Perspektif Borland Scorecard
 
1. Perspektif Keuangan
Balanced scorecard adalah suatu metode pengukuran kinerja yang didalamnya ada keseimbangan antara keuangan dengan non-keuangan untuk mengarahkan kinerja perusahaan terhadap keberhasilan. BSC dapat menjelaskan lebih lanjut tentang pencapaikan visi yang berperan di dalam mewujudkan pertambahan kekayaan tersebut (Mulyadi dan Johny Setiawan, 2000), sebagai berikut :

a.      Peningkatan customer yang puas sehingga meningkatkan laba (melalui peningkatan revenue)

b.  Peningkatan produktivitas dan komitmen karyawan sehingga meningkatkan laba (melalui peningkatan cost effectiveness)

c.    Peningkatan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan finansial returns dengan mengurangi modal yang digunakan atau melakukan investasi dalam proyek yang menghasilkan return tinggi.
Di dalam BSC, pengukuran finansial memiliki dua peran penting. Yang pertama adalah semua perspektif tergantung pada pengukuran finansial yang menunjukkan implementasi dari strategi yang sudah direncanakan. Yang kedua adalah memberi dorongan kepada tiga perspektif lainnya tentang target yang harus dicapai dalam mencapai tujuan organisasi.

2. Perspektif Pelanggan 

Dalam perspektif ini, perusahaan terlebih dahulu menentukan segmen pasar dan pelanggan yang menjadi target bagi organisasi. Selanjutnya, para pengambil kebijakan harus menentukan alat ukur yang terbaik untuk mengukur kinerja dari setiap operasi dalam upaya mencapai target finansialnya. Produk akan dikatakan lebih bernilai apabila manfaat yang diterima produk tersebut lebih tinggi dari pada biaya perolehan. Tetapi suatu perusahaan terbatas dalam memuaskan potensial customer  sehingga perlu melakukan segmentasi pasar untuk melayani dengan cara terbaik berdasarkan kemampuan dan sumber daya yang ada.
Dalam perspektif pelanggan, ada dua pengukuran, yaitu :
a.     Kelompok pengukuran inti (icore measurement group)
Kelompok ini digunakan untuk mengukur bagaimana perusahaan memenuhi kebutuhan pelanggan dalam mencapai kepuasan, mempertahankan, memperoleh dan merebut pangsa pasar yang telah ditargetkan. Dalam kelompok ini, dikenal lima tolak ukur, yaitu : pangsa pasar, akuisisi pelanggan, retensi pelanggan, kepuasan pelanggan dan profitabilitas pelanggan. 
b.    Kelompok pengukuran  nilai pelanggan (customer value proposition).
Kelompok ini digunakan untuk mengetahui bagaimana perusahaan mengukur nilai pasar yang mereka kuasai dan pasar yang potensial yang mungkin bisa mereka bisa masuki. Value proposition menggambarkan attribut yang disajikan perusahaan dalam produk/jasa yang dijual untuk menciptakan loyalitas dan kepuasan pelanggan.
3. Perspektif Proses Bisnis Internal

Perspektif proses bisnis internal menampilkan proses kritis yang memungkinkan unit bisnis untuk memberi value proposition yang mampu menarik dan mempertahankan pelanggannya di segmen pasar yang diinginkan dan memuaskan harapan para pemegang saham melalui flnancial retums (Simon, 1999).
  4. Proses Pembelajaran dan Pertumbuhan

Perspektif ini menyediakan infrastruktur bagi tercapainya ketiga perspektif sebelumnya, dan untuk menghasilkan pertumbuhan dan perbaikan jangka panjang.
Penting bagi suatu organisasi saat melakukan investasi tidak hanya pada peralatan untuk menghasilkan produk/jasa, tetapi juga melakukan investasi pada infrastruktur, yaitu: sumber daya manusia, sistem dan prosedur. Tolak ukur kinerja keuangan, pelanggan, dan proses bisnis internal dapat mengungkapkan kesenjangan yang besar antara kemampuan yang ada dari manusia, sistem, dan prosedur. Untuk memperkecil kesenjangan itu, maka suatu badan usaha harus melakukan investasi dalam bentuk reskilling karyawan, yaitu: meningkatkan kemampuan sistem dan teknologi informasi, serta menata ulang prosedur yang ada.
Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mencakup 3 prinsip kapabilitas, yaitu :
1)    Kapabilitas pekerja.
Tolak ukurnya adalah kepuasan pekerja, retensi pekerja dan produktivitas pekerja.
2)    Kapabilitas sistem informasi.
Tolak ukurnya adalah tingkat ketersediaan informasi, tingkat ketepatan informasi yang tersedia, serta jangka waktu untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.
3)   Iklim organisasi yang mendorong timbulnya motivasi, dan pemberdayaan adalah penting untuk menciptakan pekerja yang berinisiatif. Adapun yang menjadi tolak ukur hal tersebut di atas adalah jumlah saran yang diberikan pekerja.

Sumber : Materi Manejemen Strategi, Paman Google


Tidak ada komentar:

Posting Komentar