Sekedar informasi, gunung Bromo terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur dengan ketinggian 2.392 m dpl dan memiliki keunikan pasir seluas 5.250 Ha. Sampai saat ini Gunung Bromo masih dalam status aktif.
Perjalanan ke Bromo di mulai tepat pada pukul 1 dini hari. Kami dijemput dengan jeep hijau yang dikendarai oleh Pak Insya. Melewati gelapnya malam berselimutkan dinginnya angin, jeep hijau yang kami tumpangi melaju kencang menyusuri jalan mendaki maupun menurun, melewati hutan, jurang yang curam dan lautan pasir hingga kami tiba di Penanjakan 2, penanjakan menuju puncak yang paling banyak dikunjungi untuk didaki. Di Bromo sendiri terdapat 3 penanjakan yang sering di daki untuk melihat terbitnya matahari dari ufuk timur, tetapi penanjakan 2 merupakan penanjakan yang terkenal dari antara 2 penanjakan lainnya.
Tepat pada pukul 2.30 dini hari, kami tiba di jalan menuju penanjakan 2, jeep berhenti hingga tidak bisa lagi melewati jalan menuju puncak dan kami pun memutuskan berjalan sekitar 500 meter dari puncak, berjalan mendaki melewati pasir kemudian menaiki 300 anak tangga. Angin yang dingin membuat kami sedikit bersemangat ingin cepat sampai pada puncak dan menikmati secangkir teh dan kopi panas. Sangat disarankan untuk membawa jaket tebal, sarung tangan serta penutup kepala yang bisa membuat hangat tubuh. Suasana yang masih sangat sepi menjadikan kami seakan-akan pemilik dari gunung Bromo ini.
Kami pun melepas lelah dengan berfoto-foto sembari menunggu sang mentari terbit untuk diabadikan.
![]() |
| Sunrise Bromo |
Dan ketika sang mentari mulai menampakkan diri, sungguh semua mata tertuju padanya. Kilauan merah menyala seakan membangunkan kita dari semua masalah yang ada, membuat kita benar-benar menikmati keindahan alam, sungguh indah ciptaan Tuhan...
Menikmati indahnya matahari terbit memang tak terasa, ingin rasanya berlama-lama menyaksikan keindahan yang sangat jarang untuk dilihat. Setelah kurang lebih 4 jam kami berada di puncak penanjakan 2, matahari sudah mulai tampak tinggi dan panas mulai terasa, kami pun kembali ke jeep kami dan melanjutkan perjalanan menuju kawah bromo.
Perjalanan yang kami tempuh dari dini hari hingga tengah hari, menjadikan suatu momen yang tak akan bisa kami lupakan dan akan menjadi kenangan untuk bekal cerita di hari tua. :D


Tidak ada komentar:
Posting Komentar